
Saat menyaksikan sosoknya yang tampil pada acara kick andy beberapa bulan lalu terlihat sekali bahwa beliau orangnya sangat sederhana, ya sosok seorang pembuat prothesa (kaki palsu) asal Mojosari Mojokerto ini memang sama saat kita menyaksikannya di televisi, kebetulan aku waktu itu datang langsung ke tempat beliau bersama ayah, teman ayahku dan seorang murid dari yayasan tempat ayahku bekerja. Keperluan kami saat itu adalah untuk memesan sebuah kaki palsu untuk murid ayahku tadi, perjalanan kami dari pare sampai ke mojokerto memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit, dari pinggir jalan raya sudah kubayangkan akan melihat sebuah papan nama besar yang menunjukkan lokasi tempat pembuatan kaki palsu tersebut. Tapi ternyata dugaanku meleset, aku hanya melihat sebuah papan nama kecil dengan panjang tak lebih dari 80 cm, yang hanya bertuliskan pembuatan kaki palsu. Segera saja mobil kami masukkan ke dalam gang sempit yang ujungnya terdapat tulisan itu tadi, rumah bapak Sugeng berjarak kira – kira 200an meter dari ujung gang yang hanya cukup untuk dilewati 1 mobil tadi. saat memasuki halaman rumahnya sungguh tak nampak kalau di tempat tersebut terdapat tempat pembuatan kaki palsu yang booming setelah ditampilkan pada acara kick andy tersebut, tidak nampak aktivitas berarti, tapi sedikit yang menarik perhatian kami, sebuah mobil keluaran 2008 terpakir di halaman, obil berplat nomor B 2323 ZO tersebut terdapat stiker bertuliskan kick andy disana.
pikir saya ini pasti hadiah karena dia dari acra talk show itu. Memasuki rumahnya kami langsung disambut oleh Bapak Sugeng langsung yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu beliau. Kami langsung dipersilahkan duduk di ruang tamu berukuran 5 x 2 meter tersebut, setelah kami duduk beliau bertanya dari mana asal kami, setelah mengatakan kami dari pare beliau mengatakn kalau beliau juga punya saudara di pare dan kebetulannya saudaranya itu adalah kakak kelasku waktu SMA dulu, wah ternyata dunia begitu sempit yaa. Dari gaya bicaranya terkesan sekali beliau apa adanya dan kental sekali dengan aksen orang selatan, sidoarjo, mojokerto, surabaya yang terkenal ceplas cplos dan terdengar kasar bagi orang selatan seperti kami. Saat bertanya pada murid ayahku terlihat sekali belliau sudah paham dengan karakter orang yang mempunyai kekurangan pada tubuhnya, tanpa mengajak diskusi panjang lebar beliau langsung memanggil pegawainya untuk mengukur kaki palsu yang akan dipasang pada murid ayahku tadi, setelah pengukuran selesai kami berbincang dengan beliau mulai dari acaranya di kick andy yang kata beliau setelah beliau diundang pada talk show tersebut rating dari kick andy meningkat tajam, serta juga beberap instansi – instansi pemerintah yang datang pada beliau untuk dimintai bantuan membuatkan kaki palsu, dan ada juga cerita beliau mengenai sebuah instansi sosial yang meminta beliau untuk membantu perbaikan gedung yayasannya, itu yang membuat beliau sedikit kesal, karena hal itu mengesankan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap sebuah lembaga sosial yang ada. 
Setelah beberapa waktu kami berbincang kami menuju rumah belakang Bapak Sugeng untuk melihat langsung proses pembuatan kaki palsu, beberapa pekerja terlihat di sana tapi mereka hanya terlihat mengobrol santai, hanya satu orang yang sibuk mengerjakan sebuah kaki palsu, setelah kami bertanya memang hari itu libur, sehingga terlihat sepi. 
Bengkel kerja pembuatan kaki palsu itu juga tidak terlalu besar, hanya sebuah gudang berukuran 4 x 5 meter, di tempat itulah program pembuatan 1000 kaki palsu dari yayasan kick andy dibuat, yang sampai saat kami datang ke sana masih terbuat sekitar 300an kaki palsu. Setelah puas melihat proses pembuatan, kami mulai membicarakn masalah biaya, Pak Sugeng memanggil assitennya yang juga merupakan putri Bapak Sugeng sendiri, 
harga normal dari pembuatan kaki palsu senilai 3 juta rupiah tetapi melihat keadaan pasien maka harga normalnya tidak berlaku, inilah misi sosial yang diusung Pak Sugeng, keputusan harga selanjutnya diserhakan pada Bapak Sugeng, saat kei minta kejelasanpun beliau malah mengatakan “Lha berapa?” kami sendiripun bingung mengenai kepastian harga itu, akhirnya tanpakesepakatan kami mengkira-kira sendiri harga tersebut, dn selanjutnya kami menyerahkan sejumlah uang sebagi tanda jadi. Waktu pengerjaannyapun juga cepat, sampai – sampai beliau menawari kami kalau mau datang kemari lagi kaki palsu tersebut sudah jadi, hmmm kami berpikir ulang menurut pegawainya tadi satu hari bisa menyelesaikan 1 kaki palsu, apakah dalam tempo waktu yang begitu singkat itu kaki palsu pesanan kami itu benar-benar bisa jadi, mengingat hari itu adalah hari libur yang mungkin juga karyawan Bpaka Sugeng juga libur. Akhirnya kami membuat kesepakatan1 minngu lagi kami ambil. Dalam perbincangannya Pak Sugeng juga masih mengaku sampai saat ini beliau masih menjadi loper susu tiap pagi, walaupun kami ragu mendengar pengauan pria yang gemar naik sepeda gunung ini ke daerah Pacet di waktu sengganya. Pak Sugeng juga mengaku kalu dulu pekerjaanya membuat kaki palsu ini adalah hanya sekedar “mainan” dan loper susu adalah pekerjaanya yang utama, tapi sekarang sepertinya pak Sugeng tidak perlu lagi mengayuh sepeda untuk mengantarkan susu yang di bawanya dari Pacet, karena sekarang beliau sudah mempunyai mobil untuk mengntarkan susu kepada para pelangganya. . . . .hehehehe
perjalanan kami setelah itu adalah ke wisata air panas Pacet, mmm tapi sampai di sini saja critanya. . .dah ngantuk mu nulis lagi……